RECENT POST

KUMPULAN CERPEN

KUMPULAN PUISI

LUKISAN PENSIL

October 12, 2013

MENGHITUNG PERCEPATAN GRAVITASI DI PERMUKAAN

MENGHITUNG PERCEPATAN GRAVITASI. Salah satu prinsip yang harus diperhatikan dalam perhitungan percepatan gravitasi adalah jarak (R) diukur dari pusat benda yang memberi gaya (tempat dimana suatu benda diletakkan). Oleh karena itu percepatan gravitasi di permukaan dimana jarak merupakan jari-jari akan berbeda dengan percepatan gravitasi pada ketinggian tertentu di atas permukaan.

1. Percepatan gravitasi di permukaan (g)
Secara matematis, besarnya percepatan gravitasi di permukaan suatu benda yang memiliki massa sangat besar adalah perbandingan antara massa dan kuadrat jari-jarinya dikali dengan kosntanta gravitasi. Percepatan inilah yang akan dialami oleh suatu benda lain yang berada di atas permukaannya. Percepatan gravitasi yang dialami suatu benda memberikan gaya gravitasi terhadap benda tersebut yang sering juga disebut dengan gaya berat yaitu perkalian antara massa benda dengan percepatan gravitasi di tempat ia diletakkan. Dengan begitu, percepatan gravitasi dan gaya gravitasi tentulah memiliki hubungan yang erat. Besar percepatan gravitasi mempengaruhi gaya gravitasi yang dialami suatu benda.

Sesuai dengan hukum II Newton mengenai gaya yaitu F=ma, maka berat suatu benda yang berada di atas permukaan akan sama dengan gaya gravitasi yang dialaminya. Adapun hubungan keduanya dapat dilihat dari persamaan di bawah ini :
Jadi, percepatan gravitasi di permukaan (bumi/planet) adalah :
Keterangan :
g = percepatan gravitasi di permukaan 
G = konstanta gravitasi 
M = massa (kg)
R = jari-jari (m)


Contoh :
1. Hitunglah percepatan gravitasi bumi jika massa bumi, M = 5,98 x 10^24 kg, jari-jari R = 6,38 x 10^6 m !

Jawab :

Catatan :
2. Percepatan gravitasi pada ketinggian h diatas permukaan (g')
Jika suatu benda diletakkan pada ketinggian h dari permukaan benda yang berjari-jari R, maka jarak benda dihitung dari pusat adalah R'. Pada ketinggian itu, percepatan gravitasi adalah........
Read More>>
Read More >>

October 10, 2013

MENENTUKAN RESULTAN GAYA GRAVITASI METODE JAJAR GENJANG

MENENTUKAN RESULTAN GAYA GRAVITASI. Untuk mengetahui berapa besar gaya gravitasi yang bekerja pada suatu benda kita harus terlebih dahulu menguasai konsep penjumlahan vektor. Gaya adalah besaran vektor sehingga untuk menghitung resultan dari keseluruhan gaya dapat digunakan metode penjumlahan vektor seperti metode segitiga, poligon, jajargenjang, maupun penjumlahan sederhana dengan memperhatikan arah gaya-gayanya. Berikut beberapa bentuk kedudukan benda yang sering muncul dalam perhitungan resultan gaya gravitasi :

1. Benda A, B, dan C berada satu garis.
Benda A, B, dan C terletak pada satu garis lurus dimana B berada di antara A dan C. Jika mereka dipisahkan oleh jarak R, berapakah gaya total yang bekerja pada B ? ........

2. Benda A, B, dan C membentuk siku-siku, dimana B berada di siku-siku.
Jika garis yang menghubungkan benda A, B, dan C membentuk siku-siku dengan benda B berada pada siku-sikunya, maka untuk menghitung resultan gaya yang bekerja pada benda B digunakan metode segitiga (dalil pitagoras).........

3. Benda A, B, dan C membentuk sudut tertentu.
Jika benda A, B, dan C membentuk sudut tertentu dimana dalil pitagoral tidak berlaku, maka untuk menghitung resultan gaya yang bekerja pada benda B digunakan metode jajaran genjang. Adapun gaya-gaya yang bekerja pada benda B secara sederhana dilukiskan seperti gambar di bawah ini:

Keterangan :
Fba = gaya yang dialami benda B oleh benda A (N)
Fbc = gaya yang dialami benda B oleh benda C (N)
Rab = jarak antara benda B dan A diukur dari pusat benda A (m)
Rbc = jarak antara benda B dan C diukur dari pusat benda C (m)

Untuk menentukan resultan gaya gravitasi yang berarah sembarang seperti itu, maka digunakan metode jajaran genjang sehingga :
Fb = resultan gaya gravitasi yang bekerja pada benda B (N)
0 = sudut apit yang dibentuk oleh gaya yang mempengaruhi benda. (0< sudut apit< 180)
Read More >>

MENGHITUNG RESULTAN GAYA GRAVITASI METODE SEGITIGA

MENENTUKAN RESULTAN GAYA GRAVITASI. Bentuk umum yang sering muncul dalam persoalan fisika untuk menghitung gaya gravitasi total yang bekerja pada suatu benda adalah sebagai berikut :

1. Benda A, B, dan C berada satu garis.
Benda A, B, dan C terletak pada satu garis lurus dimana B berada di antara A dan C. Jika mereka dipisahkan oleh jarak R, berapakah gaya total yang bekerja pada B ? ........

2. Benda A, B, dan C membentuk siku-siku, dimana B berada di siku-siku.
Dari gambar di atas, bagaimanakah resultan gaya yang bekerja pada benda B ? Karena gaya merupakan besaran vektor, sangat penting untuk memperhatikan arah gaya-gaya yang bekerja pada benda B. Untuk itu kita perlu menggambarkan secara sederhana gaya-gaya yang bekerja pada benda B, sebagai berikut :
Karena garis yang menghubungkan benda A, B, dan C membentuk siku-siku maka untuk mencari resultan gaya gravitasi pada benda B (Fb) berlaku dalil pytagoras, sehingga :
dimana,
Keterangan :
Fb = resultan gaya gravitasi yang bekerja pada benda B (N)
Fba = gaya yang dialami benda B oleh benda A (N)
Fbc = gaya yang dialami benda B oleh benda C (N)
Rab = jarak antara benda B dan A diukur dari pusat benda A (m)
Rbc = jarak antara benda B dan C diukur dari pusat benda C (m)
3. Benda A, B, dan C membentuk sudut tertentu.
Jika benda A, B, dan C membentuk sudut tertentu dimana dalil pitagoral tidak berlaku, maka untuk menghitung resultan gaya yang bekerja pada benda B digunakan metode jajaran genjang......
Read More >>

TOP-5

MISTERI

INFO KESEHATAN

EDUKASI